10 Kesalahan Menggunakan Google Ads

Kesalahan Menggunakan Google Ads

Beriklan di Google Ads memang menjadi andalan bagi sebagian besar pebisnis. Hal ini tentu karena keuntungan menggunakan Google Ads ada banyak sekali.  Namun, dibalik keuntungan yang didapatkan harus ada strategi Google Ads yang matang jika tidak ingin melakukan kesalahan menggunakan Google Ads.

Nah agar Anda tidak mengulangi kesalahan – kesalahan ini, di bawah ini ada beberapa kesalahan – kesalahan yang sering dilakukan oleh pengiklan di Google Ads. Apa sajakah itu?

Kesalahan Menggunakan Google Ads

Mengabaikan Kata Kunci Negatif

Negative Keyword merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi Anda yang sering beriklan di Google Ads. Banyak pengiklan menganggap bahwa kata kunci negatif adalah “penghalang” bagi sebuah iklan. Semakin besar anggaran biaya yang Anda keluarkan untuk beriklan, Anda perlu sering sering mengupdate daftar kata kunci negatif secara rutin agar iklan tetap tertarget ke calon customer potensial.

Terlalu Banyak Menjalankan Iklan

Dengan adanya Google Ads Anda memang bisa menargetkan kata kunci yang banyak, namun hal ini terkadang membuat Anda bingung untuk memulainya dari mana. Dalam hal ini, si pengiklan sering menargetkan iklan sebanyak mungkin padahal anggaran yang dimilikinya tidak terlalu besar. Alangkah baiknya untuk fokus ke satu atau beberapa kata kunci terlebih dahulu. Jika Anda rasa sudah berhasil, baru menambah kata kunci yang lainnya.

Terlalu Banyak Menawar Kalimat Pencarian Populer

Bagi pengiklan, mendapatkan tawaran dengan harga terbaik untuk kalimat pencarian populer adalah hal yang ingin dicapai. Tapi, nyatanya “mengejar” kalimat populer bisa membuat Anda merugi loh. Mengapa demikian? Sebab harganya pasti lebih mahal dan banyak merek – merek besar dengan anggaran yang besar menggunakan kalimat – kalimat tersebut.

Kesalahan Menggunakan Google Ads

Tidak Mengoptimasi Geographical Targeting

Meskipun kini sudah banyak jasa ekspedisi yang siap mengirim produk ke seluruh Indonesia bahkan dunia, namun bukan berarti Anda harus beriklan di seluruh Indonesia pula. Anda perlu melakukan riset, untuk mengetahui di daerah mana saja biasanya pencari produk yang Anda jual. Dalam menayangkan iklan Google Ads. fokuslah terhadap satu wilayah yang paling banyak pencarinya. Dengan demikian Anda bisa menghemat anggaran biaya namun tetap mendapatkan hasil yang maksimal.

Tidak Memeriksa Kembali Penjadwalan Iklan

Customer ada banyak perilakunya. Ada yang melakukan riset sebelum membelinya pada malam hari ada juga yang melakukannya pada siang hari dan pada hari itu juga melakukan transaksi. Oleh karena itu, jadwalkan penayangan iklan yang pas agar ketika pengguna mengetikkan apa yang mereka cari, iklan Anda bisa muncul. 

Landing Page yang Buruk

Halaman pertama setelah pengunjung mengklik iklan Anda adalah landing page. Landing page memiliki peranan yang cukup penting. Tanpa adanya landing page yang menarik, bisa membuat pengiklanan jadi gagal. Hal ini karena customer tidak melakukan konversi. Selain memiliki desain yang menarik, landing page Anda juga harus mudah untuk dipahami.

Membidik Audiens yang Terlalu Luas

Kesalahan Menggunakan Google Ads

Campaign yang tidak membidik audiens yang tepat pastinya tidak ada orang yang mengklik iklan yang diiklankan karena mereka bukanlah calon customer yang potensial. Campaign yang seperti ini umumnya memiliki rasio konversi yang tinggi dengan biaya yang rendah. Untuk menanggulangi hal ini tentu perlu ada pembenahan, lihat data data target Anda lagi.

Tidak Bidding di Brand Sendiri

Bidding di brand sendiri sebenarnya masih diperdebatkan. Sebagian mengatakan jika bidding di brand sendiri merupakan sesuatu yang diperlukan namun sebagian yang lainnya menganggap bahwa bidding di brand milik sendiri cukup dilakukan dengan SEO saja tidak perlu Google Ads. Hal ini tentu kembali ke keputusan Anda masing masing.

Tidak Melakukan Testing Iklan

Di dalam Google Ads terdapat fitur untuk mengetes iklan. Banyak orang yang mengabaikan fitur yang satu ini padahal dengan fitur ini, kita bisa membandingkan performa antar campaign iklan.

Tidak Menyelaraskan Landing Page, Iklan dan Media Sosial

Tidak jarang seorang pengiklan merusak iklan sendiri dengan membuat saluran berbeda beda di setiap saluran pemasaran. Padahal, seharusnya antara landing page, iklan dan media sosial dibuat satu kesatuan mulai dari kata kata, tagline, logo dan yang lainnya.

Kesimpulan

Tujuan beriklan di Google Ads (SEM Google) adalah mendapatkan calon prospek yang tepat hingga kemudian hari bisa menghasilkan omset yang banyak untuk perusahaan Anda. Agar tujuan ini tercapai, ada baiknya untuk menghindari kesalahan – kesalahan yang telah disebutkan di atas dan melakukan hal wajib untuk memaksimalkan iklan Google Ads. Semoga ulasan ini membantu ya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *